Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

Jumat, 20 Desember 2013

Peribahasa Tugas Bahasa Indonesia



Peribahasa

Peribahasa
Maksud Peribahasa
Ada hati
Keinginan
Alah bisa tegal biasa
Segala kesusahan tidak akan terasa lagi sesudah biasa
Alang-alang mandi biar basah
Jika mengerjakan sesuatu janganlah sekerat jalan
Ambil berat
Memberikan perhatian yang istimewa terhadap sesuatu
Ambil langkah
Mula hendak bertindak
Anak buah
Orang yang termasuk dalam sesuatu keluarga/ pasukan/ terletak di bawah tenggungjawab seseorang
Anak emas
Anak abdi yang diambil jadi anak angkat oleh suaminya; orang yang dikasihi dan diberikan layanan istimewa.
Asam garam
Berbagai-bagai pengalaman hidup (pahit, manis, suka duka)
Ayam bertelur di atas padai mati kelaparan.
Orang yang bersuamikan/beristrikan orang kaya namun hidupnya tetap susah juga.
Orang yang menderita di tempat yang berkelimpahan.
Air beriak tanda tak dalam.
Orang yang banyak bicara biasanya tak banyak ilmunya.
Ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang.
Hanya mau bersama saat sedang senang saja, tak mau tahu saat sedang susah.
Adakah air dalam tong itu berkocak, melainkan air yang setengah tong itu juga yang berkocak.
Orang yang pandai, tidak akan sombong hanya orang yang bodoh jua yang mau berbuat demikian.
Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.
Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.
Badak makan anaknya.
Laki-laki yang merusakkan anaknya sendiri. membuat aib terhadap keluarga sendiri.
Bagai aur di atas bukit.
Sukar disembunyikan oleh sebab mudah sekali dilihat orang.
Bagai kacang lupa akan kulitnya.
Seseorang yang lupa akan asal-usulnya.
Terutama seseorang yang berasal dari desa dan pergi ke kota, menjadi kaya atau memiliki jabatan tinggi, dan lupa daratan
Bagai bara dalam sekam.
Perbuatan jahat yang tak tampak.
Besar pasak daripada tiang.
Lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. bisa dibilang orang yang tidak bisa mengatur keuangan.
Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi
Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.
Bagai anjing buruk kepala
Orang yang telah diketahui kejahatannya ke mana pergi dihinakan orang juga
Bagai bulan dipagari bintang
Kecantikan makin terserlah apabila dikelilingi orang yang cantik.
Bagai kambing di hela ke air.
Orang yang sangat enggan melaksanakan pekerjaan yang disuruhkan kepadanya.
Bagai katak dalam tempurung.
Orang yang wawasannya tidak terlalu luas. Ia tidak tahu situasi lain, selain di sekitar tempatnya berada saja.
Bagai bulan empat belas
Peri keelokan muka perempuan
Bagai cincin dengan permata
Sama padan, cocok benar
Bagai layang-layang putus tali
Sudah putus harapan
Bagai minyak dengan air
Orang bermusuhan atau tidak sehaluan mustahil dapat dicampurkan jadi satu
Bagai murai dicabut ekor
Perempuan yang suka bercakap banyak
Bagai pucuk dilancarkan
Sangat laju atau luncur perginya
Bagaimana acuan begitulah kuihnya
Anak itu mengikut sikap dan rupa ibu bapanya kerana faktor baka
Baik berjagiung-jagung sementara menanti padi masak
Sementara menunggu sesuatu yang lebih baik, yang kurang baik pun boleh dipakai dahulu.
Baik membawa resmi padi daripada membawa resmi lalang
Semakin berilmu atau tinggi pangkat semakin merendahkan diri (tidak sombong)
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian
Bersusah payah dahulu kemudian baru bersenang-senang
Berkatakanlah besar walaupun pahit
Berterus-terang demi kebenaran walaupun mungkin menyakitkan hati seseorang
Berpeluk tubuh
Berdakap tubuh; tidak membuat apa-apa kerja
Berpeluk tubuh
Hanya memandang dari jauh sahaja, tidak melalukakan apa-apa hanya melihat sahaja.
Bersatu teguh bercerai roboh
Kalau kita bersatu padu, kita akan menjadi kuat tetapi kalau kita bercerai-berai, kita akan menjadi lemah.
Bersekutu bertambah mutu
Bekerjasama antara satu sama lain akan menghasilkan kecemerlangan
Bertangguh itu pencuri masa
Melakukan kerja secara bertangguh akan merugikan diri sendiri.
Besar hati
Bangga, gembira, bongkak, sombong
Biar putih tulang jangan putih mata
Lebih baik mati daripada menanbggung malu
Buah fikiran
Pendapat
Buah hati
Orang yang dikasihi
Buah mulut
Percakapan orang,
Buah tangan
Hasil pekerjaan; barang yang dibawa daripada perjalanan; oleh-oleh
Badan boleh dimiliki, hati jangan
Ungkapan bahwa orang tersebut sudah memiliki kekasih, hatinya sudah ada yang memiliki. Secara fisik mau menuruti segala macam perintah yang menindas, namun di dalam hati tetap menentang.
Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi.
Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.
Bulat hati
Lurus hati, teguh hati ,sungguh-sungguh
Cuaca di langit pertanda akan panas, gabak di hulu tanda akan hujan.
Sesuatu pasti akan ada identitas atau tanda khususnya.
Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai
Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya.
Dalam tangan
Dalam kekuasaan seseorang
Darah daging
Anak atau orang yang mempunyai pertalian darah
Darah panas
Pemarah, lekas marah
Ditindih yang berat, dililit yang panjang.
Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari.
Diam-diam ubu berisi, diam-diam besi berkarat
Diam orang yang berilmu itu berfikir, sementara diam orang yang bodoh itu sia-sia sahaja
Hancur hati
Sedih; putus asa
Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama
Orang yang berjasa itu akan selalu disebut-sebut orang walau berapa lamapun dia telah mati.
Hendak seribu daya, tak hendak seribu dalih
Jika dikehendaki bermacam-macam ikhtiar boleh dijalankan dan demikian kebalikannya
Hidup ini satu perlumbaan
Dalam kehiduoan seharian, kita terpaksa menghadapi berbagai cabaran dan berlumba-lumba untuk mencapai sesuatu tujuan.
Hidup segan mati tak mahu
Orang yang hidup melarat
Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan.
Hawa nafsu tidak boleh diremehkan harus dijaga sebaik-baiknya
Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang jua
Amal kebaikan, akan selalu dikenang meski seseorang sudah meninggal dunia.
Indah khabar daripada rupa
Khabar mengenai satu-satu perkara biasanya dilebih-lebihkan
Jauhari juga yang mengenal manikam
Hanya orang yang bijak sahaja yang mengetahui tentang keelokan ilmu
Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia.
Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa.
Kaki ayam
Tidak berkasut atau berselipar
Kalau hendak melentur buluh biarlah dari rebungnya
Mengajar seseorang itu hendaklah ketika ia masih muda, kalau sudah besar tidak akan berhasil lagi.
Kalau kail panjang sejengkal, jangan lautan hendak diduga
Kalau pengetahuan itu sedikit, jangan hendak berbuat sesuatu yang besar
Kalau tidak dipecahkan ruyung manakan dapat sagunya
Tidak tercapai cita-cita jika tidak berusaha
Kancil juga lupakan jerat
Orang mudah melupakan bahaya tetapi bahaya tetap mengancam
Kata dikota
Janji mesti ditunaikan
Kata-kata yang lebih tajam daripada mata pedang
Perkataan yang dituturkan lebih menyakitkan
Kebudayaan sendi perpaduan
Kebudayaan menjadi sandaran dalam menyatukan sesuatu bangsa
Kecil jangan disangka anak, besar jangan disangka bapa
Pengetahuan dan kelebihan itu tidak khusus pada orang-orang tua sahaja
Luka sudah hilang parut tinggal juga.
Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir.
Makan angin
Bersiar-siar untuk mendapatkan angin; melapangkan fikiran
Manis jangan terus ditelan, pahit jangan terus dibuang
Yang nampak baik itu jangan lekas diterima dan yang nampaknya buruk itu jangan lekas ditolak.
Masa itu emas
Masa sangat berharga
Membaca jambatan ilmu
Ilmu pengetahuan dapat ditingkatkan melalui pembacaan
Mencari akal
Berusaha mendapatkan cara untuk mencapai tujuan
Muafakat membawa berkat
Sesuatu kerja yang dilakukan dengan persetujuan bersama akan menghasilkan sesuatu yang baik.
Makan hati berulam rasa
Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang.
Nasi sudah menjadi bubur
Perbuatan yang sudah terlanjut; tidak dapat diubah lagi.
Otak yang cerdas ada pada badan yang sihat
Dengan kesihatan yang baik, seseorang itu mampu mengemukakan fikiran yang bernas.
Orang mau seribu daya, bukan seribu dali
Jika menghendaki sesuatu, pasti akan mendapatkan jalan, jika tidak menghendaki, pasti mencari alasan.

Padang jarak padang terkukur
Padang atau tanah luas yaditinggalkan
Putih mata
Berhiba hati menanggung rindu (seperti orang muda melihat tunangnya diambil orang)
Putus asa
Habis harapan (tiada harapan lagi
Rezeki kalau secupak takkkan jadi segantang
Sesuatu sudah ditentukan, tidak boleh diubah lagi.
Ringan mulut
Peramah, lancar dan fasih tutur katanya
Ringan tulang
Rajin bekerja, tangkas
Sayang akan tangan-tangankan, sayangkan isteri tinggal-tinggalkan
Anak yang dimanjakan dan isteri yang diuliti selalu itu akhirnya menjadi sombong
Sepakat membawa berkat
Sesuatu pekerjaan jika dilakukan melalui pakatan atau mesyuarat akan membawa hasil yang baik
Seperti enai dalam belukar, melepaskan pucuk masing-masing
Tidak muafakat dalam sesuatu perbincangan, hanya berpegang pada pendapat masing-masing sahaja
Seperti lipas kudung
Selalu bergerak dengan cepat; pantas atau cekap membuat kerja
Sudah terhantuk baru terngadah
Sesudah terkena baru beringat-ingat
Sehari selembar benar, setahun selembar kain.
Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.
Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera .
Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.
Sekali air pasang, sekali tepian beranjak; Sekali air di dalam, sekali pasir berubah.
Setiap terjadi perubahan pimpinannya, berubah pula aturannya.
Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting.
Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik.
Tajam akal
Mudah menangkap sesuatu atau mengerti, pintar , cerdik
Tali barut
Orang yang menjadi ampama penyampai rahasia orang lain), baru
Tangan terbuka
Suka menolong orang yang dalam kesusahan, murah hati
Tangan yang menghayun buaian mampu menggoncangkan dunia
Walaupun bersifat lemah-lembut dan keibuan, wanita mampu menyumbangkan untuk membangunkan negara
Tempat jatuh lagi dikenang inikan pula tempat bermain
Tempat berlakunya sesuatu peristiwa pahit lagikan dikenang inikan pula tempat berlakunya peristiwa manis.
Terang hati
Terang fikiran; mudah mengerti
Tulang empat kerat
Anggota badan
Tambah air tambah sagu.
 Tambah banyak permintaannya, bertambah pula biayanya. Bila bertambah anak, akan bertambah pula rezekinya.
Ukur baju di badan sendiri
Tiap-tiap pekerjaan itu hendaklah dipilih sesuai dengan kebolehan kita
Umpama telur sesangkak, pecah satu pecah semuanya
Orang yang semua fakat itu sama hidup sama mati dan tidak berubah setianya
Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas.
Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas.


Yang tak diarah dapat, yang diarah tak kena.
Keberuntungan manusia itu takdir, meski bagaimanapun orang memburu rezeki, jika belum diberikan oleh Tuhan maka tak akan tercapai.
Yang tegak disokong, yang lemah ditopang
Orang kaya dimuliakan dihormati, sedangkan orang miskin dibantu dan ditolong
Yang seorang memeram batu, yang seorang memeram pisang.
Perbedaan pendirian; seorang boleh menanti seorang lagi tidak
Yang tajam tumpul, yang bisa tawar.
Dengan perkataan yang lemah lembut dapat diselesaikan segala sengketa.
Yang sejengkal tidak dapat jadi sedepah miskin
Sesuatu yang tidak dapat diubah lagi

Yang sesukat takkan jadi segantang.
Tidak ada yang dapat mengubah takdir.
Yang terbujur lalu, yang terlintang patah
Sesuatu yang tak dapat dihalang-halangi
Yang hampa biar terbang, yang bernas biar tinggal.
Yang tak berguna biarlah hilang, dan yang baik-baik biarlah tinggal.
Yang enggang sama enggang juga, yang pipit sama pipit juga.
Setiap orang selalu mencari orang yang sama derajat (darjat, pangkat ataupun kedudukan) dengannya.
Yang teguh disokong, yang rebah ( rendah) ditindih.
Orang yang sudah kuat (kaya, baik dan sebagainya) dibantu, sedangkan orang yang lemah (miskin dan sebagainya) diperas.
Yang disangka tidak menjadi, yang diam boleh ke dia.
Orang lain yang berikhtiar, orang lain pula yang memungut hasilnya.
Yang disuruh tenggelam, yang menyuruh pun tenggelam.

Orang malas disuruh mengawasi orang yang lebih malas, akhirnya sia-sia belaka.
Yang dulu mendapat, yang kemudian ketinggalan.

Orang yang rajinlah yang selalu beruntung daripada orang yang malas.
Yang elok budi yang indah bahasa.
Keramahan dan budi baik dapat membuat orang merasa segan.
Yang elok rupa, yang elok bahasa.
Orang yang cantik wajahnya baik hatinya.
Yang terkalang-kalang di mata, yang terasa-rasa di hati.
Keinginan hendaknya dapat diwujudkan, agar tercapai semua harapan dan hidup bahagia.

0 komentar:

Posting Komentar